Semua orangtua pasti selalu berharap agar anaknya tumbuh dalam kondisi sehat. Sayangnya, harapan tersebut tidak bisa terwujud pada semua orang. Ada beberapa orangtua yang harus menerima kondisi ketika anaknya mengalami masalah kesehatan seperti infantile scoliosis. Akibatnya, anak harus segera mendapat penanganan skoliosis sejak dini agar kondisinya tetap stabil dan tidak semakin parah.

Infantile scoliosis? Apa sih itu? Apa bedanya dengan skoliosis pada umumnya?

Bagi Anda yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini mungkin masih asing dengan istilah tersebut. Agar tidak bingung, berikut ini penjelasan lebih detailnya.

Menurut situs columbiadoctors.org, infantile scoliosis adalah kondisi skoliosis idiopatik yang menyerang anak dengan rentan usia baru lahir hingga 3 tahun. Ditandai dengan kurva tulang belakang yang tidak normal dan melengkung ke arah kanan atau kiri, sehingga membentuk pola S atau C.

Seorang anak dinyatakan mengalami kondisi ini jika hasil rontgen menunjukkan adanya lengkungan kurva tulang belakang lebih dari 10O. Sayangnya kondisi ini terkadang terlambat diketahui karena tidak ada gejala seperti sakit yang muncul. Sehingga pemeriksaan lanjutan baru dilakukan ketika orangtua menyadari adanya masalah pada bentuk tulang belakang. Padahal ketika kondisi ini tidak dilakukan perawatan dengan tepat, maka sudut lengkungan bisa mencapai 30O dan akan semakin memburuk jika perawatan masih tidak dilakukan.

Ada 2 kondisi penderita skoliosis ini, yaitu yang dapat sembuh tanpa melalui perawatan jangka panjang atau setidaknya lengkungan kurva berhenti pada satu sudut tertentu, dan ada juga yang terus memburuk. Namun, apapun kondisi skoliosis yang terjadi pada anak, Anda tetap harus rutin membawanya ke dokter spesialis agar perkembangannya dapat terus dipantau. Terutama untuk anak dengan kondisi lengkungan kurva yang terus berkembang.

Pada awal perawatan untuk infantile scoliosis ini, selain memberikan obat dan terapi, dokter juga akan terus melakukan pengamatan. Misalnya dengan melakukan rontgen sekitar 4 bulan sekali. Dari hasil rontgen tersebut, dokter akan bisa menganalisa perkembangan skoliosis yang terjadi, apakah sudut lengkungan tetap atau bertambah. Dengan begitu, dokter yang menangani bisa mencari cara perawatan yang paling sesuai untuk mengatasi masalah ini.

Meski penyakit ini bisa diobati, akan tetapi masih banyak saja orang yang salah memahami penyakit skoliosis tersebut dan ternyata hanyalah mitos belaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *