anak menariSetiap lembaga pendidikan, baik itu milik pemerintah ataupun swasta seperti Jakarta intercultural school, pasti memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh setiap siswa. Berbagai aktivitas di luar kurikulum utama ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan anak-anak di area yang ia inginkan, menumbuhkan rasa kekerabatan dengan teman, membentuk kerja sama tim dan kemampuan memecahkan masalah, serta yang paling penting untuk menambah nilai anak di mata lembaga pendidikan lanjutannya.

Lalu, apa sajakah kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti anak ketika bersekolah? Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Di Amerika Serikat, berdasarkan informasi laman verywell family, ekstrakurikuler olahraga merupakan aktivitas luar kurikulum yang paling banyak digemari anak sekolah. Mulai dari berenang, ice skating, bola, basket, sofbol, bisbol, hoki, tenis, hingga voli; semuanya begitu digemari anak-anak sekolah. Di luar itu, masih ada cabang olahraga seperti seni bela diri, golf, skiing, bersepeda, juga memanjat tebing yang begitu digemari oleh anak sekolah. Di Indonesia pun, kegiatan olahraga ini dapat siswa ikuti di sekolahnya.
  • Pramuka ialah kegiatan ekstrakurikuler yang paling cocok untuk anak dengan hobi atau kesenangan berlebih pada alam juga anak yang senang mencoba banyak hal. Pasalnya, aktivitas satu ini akan mengajarkan anak untuk menumbuhkan keterampilan bertahan di alam bebas sekaligus keterampilan umum seperti memasak, bersih-bersih, seni, keuangan, mengatur tujuan, hingga merawat diri. Untuk itu, anak-anak yang ikut pramuka umumnya merupakan pelajar yang ingin menjadi sosok mandiri.
  • Pentas seni. Pentas seni meliputi seni teater dan menari di atas panggung atau di muka khalayak ramai. Dua aktivitas ini terang saja membutuhkan keberanian yang tinggi. Tak heran kalau anak-anak yang ikut pentas seni umumnya mereka yang punya keberanian tampil tinggi. Sebab melalui pentas ini, mereka dapat berlatih kepercayaan diri sekaligus berjejalin dengan teman sebayanya. Meski begitu, anak-anak yang agak kurang percaya diri tetap boleh ikut ekstrakurikuler ini, kok. Mereka ini dapat menjadi tim yang membantu di balik layar—mulai dari penata panggung, musik, rias, dan lainnya.
  • Seni visual. Seni visual mencakup aktivitas menggambar, melukis, atau menciptakan karya apa pun yang dapat mengasah keterampilan seni seorang anak. Aktivitas satu ini umumnya diikuti oleh anak-anak yang memang sudah memiliki bakat, akan tetapi, anak yang sekadar memiliki ketertarikan terhadap seni juga boleh ikut bergabung. Siapa tahu, ternyata ia juga mempunyai kemampuan seni, bukan?

Itulah dia beberapa aktivitas ekstrakurikuler yang bisa diikuti anak di sekolah. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *