Manado dan Sulawesi Utara merupakan daerah yang terkenal dengan makanan-makanan ekstrim. Bukan hanya kucing dan anjing, tapi olahan daging ular piton, kelelawar, biawak, tikus sawah, bahkan monyet pun tersedia di daerah ini. Ya, panganan dari hewan-hewan ini lazim ditemukan di kawasan Tomohon.

Meski begitu, Manado dan sekitarnya masih punya segudang kuliner halal nan menggugah selera yang patut kamu coba. Apa saja? Yuk, temukan jawabannya dalam artikel berikut!

Tinutuan

Tinutuan - bubur manadoBarangkali menu satu ini sudah tak asing lagi buatmu. Sebab, tinutuan atau bubur manado merupakan kuliner khas Sulawesi Utara yang paling tersohor. Meski bernama ‘bubur’, tinutuan tidak berwarna putih dan terbuat dari beras semata, seperti menu bubur kebanyakan. Ya, tinutuan berwarna campuran kuning dan hijau, yang berasal dari warna labu dan sayur-mayur. Jika bubur pada umumnya terbuat dari beras kemudian diberi topping berupa suwiran ayam, kacang, kerupuk, dan lainnya, tinutuan diolah dari beras, jagung muda, labu kuning, dan singkong. Tinutuan juga dilengkapi dengan kangkung, bayam (hijau dan ungu), juga kemangi. Tambahkan rica, sambal roa, dan ikan asin untuk melengkapi sajian tinutuan-mu.

Woku Belanga

Woku Belanga‘Woku’ sebetulnya berarti cara mengolah masakan—biasanya ikan. Sedangkan ‘blanga’ berarti wajan. Ya, menu satu ini sesungguhnya adalah olahan ikan di wajan yang terbuat dari tanah liat. Ikan kerapu, nila, mas, kepiting, juga udang akan dimasak dengan campuran bumbu dari daun jeruk, daun pandan, daun bawang, kunyit, jahe, serai, kemangi, dan tentu saja cabai hingga mengeluarkan aroma wangi. Sajian woku belanga umumnya berwarna kuning dan berkuah, jadi nikmat sekali kalau disantap dengan nasi panas!

Nasi Kuning

Nasi kuning khas ManadoNasi kuning khas Manado punya topping mewah seperti irisan ikan cakalang dan daging sapi. Ya, bukan sekadar bihun atau telur dadar, tapi daging sapi! Meski begitu, kamu juga tetap bisa menambah pelengkap berupa telur rebus, dan tentu saja, rica atau sambal. Kekhasan nasi kuning manado juga terdapat pada bungkusannya. Sebab, makanan ini biasanya dibungkus dengan daun woka (sejenis janur).

Pisang goreng

pisang goreng manadoKetiga menu di atas cocok untuk menu sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Nah, pisang goreng cocok untuk camilan sore-sore. Pisang goreng khas Manado umumnya menggunakan pisang goroho yang belum matang. Jadi, ketika digoreng akan gurih dan memiliki rasa sedikit asin. Makanya, orang Manado biasanya menyantap pisang goreng dengan dabu-dabu (sambal matah), rica, ataupun sambal roa. Nikmat!

Gimana? Apa ada kuliner yang membuatmu tertarik untuk mencicipinya? Semoga info di atas bermanfaat, ya! (AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *