kredit macet“Kalau butuh kredit sih ajuin aja. Nanti kalau nggak bisa bayar ya sudah.”. Pernahkah kamu berpikir seperti itu saat ingin mengajukan kredit? Untuk kamu yang sudah paham pentingnya melunasi kewajiban membayar utang mungkin tidak pernah berpikir seperti itu. Namun kenyataannya, masih banyak yang menganggap remeh pengajuan kredit. Bahkan rela memalsukan datanya sedemikian rupa demi pengajuan kreditnya diterima.

Padahal, kredit yang diajukan secara sembarangan hingga menyebabkan terjadinya kredit macet sangat berisiko. Tidak hanya dapat merugikan kreditur atau lembaga pembiayaan tempat kamu meminjam saja, tetapi juga bisa merugikan dirimu sendiri.

  • Masuk daftar merah Bank Indonesia

Ini sudah pasti menjadi dampak pertama yang akan kamu alami jika terjadi kredit macet. Sebab, semua data debitur di lembaga perbankan akan berada dalam pengawasan Bank Idonesia. Ketika ada debitur yang mulai menunggak pembayaran cicilannya, maka status debitur tersebut akan ikut berubah. Jika tunggakan tersebut tidak juga dilunasi hingga batas waktu tertentu dan dinyatakan sebagai kredit macet, maka namamu akan masuk ke daftar merah Bank Indonesia. Artinya, kamu tidak akan pernah bisa mengajukan pinjaman lagi karena semua kreditur akan berpegang pada data ini untuk menilai kemampuan bayar debitur yang sedang mengajukan pinjaman.

  • Dikejar debt collector

Dari sejak awal memiliki tagihan yang belum dibayar dan melewati batas jatuh tempo, hidupmu sudah pasti tidak akan tenang. Sebab, pihak bank akan menggunakan jasa debt collector eksternal untuk menagih pembayaran utang.

Penagihan ini umumnya dilakukan melalui telepon ke ponselmu atau ke tempat kerja dan ke rumah. Jika masih tidak ditanggapi juga, maka tidak menutup kemungkinan kamu akan ditagih di rumah atau di kantor dengan didatangi oleh debt collector.

  • Pengambilan aset

Pengajuan utang kecuali KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan kartu kredit, umumnya menggunakan aset sebagai jaminan. Jika kamu tidak mampu membayar cicilan sampai batas waktu tertentu, maka kreditur memiliki hak untuk mengambil aset yang dijaminkan. Tentunya, pengambilann aset juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Harus setelah melalui berbagai prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Jelas sekali kan dampak yang timbul akibat adanya kredit macet ini tidak main-main. Jadi, ada baiknya jika kamu lebih waspada sebelum mengajukan kredit ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *