hamil
image source: website unsplash

Kehamilan adalah satu berkat yang banyak dinanti-nantikan. Namun tahukah kamu jika gejala dan bentuk perut ibu hamil seminggu  belum bisa terlihat atau dirasakan. Hal ini wajar sekali karna kehamilan baru memasuki seminggu. Umumnya, gejala kehamilan akan dimulai ketika  bunda mengalami telat haid yang terjadi pada umur kehamilan 4 minggu. Gejala yang akan dirasakan adalah kram perut, bercak darah, mual, muntah, dan gejala-gejala lainnya. Namun ada juga  bunda yang tidak mengalami gejala apa-apa sehingga mereka baru sadar jika mereka hamil setelah memasuki trimester 2 atau bahkan trimester 3. Jadi mengalami gejala atau tidak, bukan masalah karna yang penting bayinya sehat. Sangatlah mitos sekali jika hamil itu wajib memiliki semua gejala kehamilan.

Selain masalah gejala kehamilan, masih banyak loh mitos- mitos hamil yang sudah tertanam di dalam masyarakat. Apa saja mitos-mitosnya dan apa kebenarannya yang bunda perlu tahu? Yuk, simak berikut ini

Mitos “Ciri-Ciri Hamil Anak Cowok dan Cewek”

Sangat banyak sekali info mitos bentuk perut selama kehamilan, mualnya sangat sering atau tidak, suhu tubuh lebih sering hangat atau enggak, warna kulit makin cerah atau kusam, bagian payudara kiri atau kanan yang membesar dulu, dan masih banyak lagi ciri-ciri yang digunakan untuk menentukan anak cowok atau cewek. Padahal zaman sekarang sudah ada “rotgen” walaupun tidak 100% benar juga. Amannya bisa langsung rotgen 3D yang hasilnya lebih terjamin. Jadi tidak perlu menebak hamilnya anak cowok atau cewek dari mitos ciri-ciri ini karna sampai sekarang belum terbukti 80%  hasilnya.

Mitos “Makan Ikan, Anak akan Bau Amis”

Makan tidak akan mempengaruhi bayi di dalam kandungan. Jadi tidak ada hubungannya antara bau makanan yang dikonsumsi bunda dengan bayi yang ada di dalam kandungan. Bahkan banyak ahli yang malahan menyarankan bunda untuk mengkonsumsi ikan secara rutin. Hal ini dikarenakan ikan mengandung protein, seng, dan zat besi yang bagus untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tentu saja selain protein, seng, dan zat besi, ikan juga mengandung omega 3 dan DHA yang bisa menunjang perkembangan otak bayi.

Berarti aman dong makan semua ikan? Aman saja namun ada jenis ikan yang perlu dihindari dikarenakan mengandung merkuri tinggi seperti ikan hiu, tilefish, marckerel, dan swordfish. Sedangkan untuk ikan tuna, sarden, dan salmon, boleh dikonsumsi namun jangan terlalu banyak dan sering karena mereka juga mengadung merkuri. Bedanya kadar mereka lebih rendah.

Apakah merkuri berbahaya? Ya, konsumsi merkuri yang tinggi atau banyak, bisa menumpuk di dalam darah dan merusak [erlembangan otak serta sistem saraf bayi. Nah, bagi bunda yang suka memakai make up dan skincare, pastikan produk yang dipakai tidak mengandung merkuri.  Merkuri selain bisa dikonsumsi, dia juga bisa masuk dari kulit tubuh.

Mitos “Ngidam harus dituruti klo tidak, anak ngileran”

Ini mitos yang tidak benar, bunda. Ngidam bisa terjadi karna adanya perubahan hormon pada tubuh bunda sehingga indra pengecap bunda bisa berbeda dari yang biasanya seperti tidak suka mie, tiba-tiba jadi suka mie karna rasanya jadi cocok dengan lidah bunda. Jadi klo ada ngidam yang tidak terpenuhi tidak apa-apa dan tidak akan mengakibatkan anak ngileran. Jadi aman aja buat menuruti ngidam dan aman juga jika ngidamnya lagi gak bisa dituruti.

Selesai sudah kupasan 3 mitos yang sering bunda dengar. Sebenarnya masih banyak mitos-mitos lainnya seperti “harus sering minum air kepala atau susu kacang”, dll. Biar aman, coba konsultasi dengan dokter saja. Sekian infonya dan semangat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *