solarBahan bakar tentu menjadi ‘makanan sehari-hari’ yang cukup penting dalam aktivitas pekerjaan setiap orang. Segala aspek seperti penggunaan kendaraan, sumber daya, atau bahkan hal lainnya memiliki hubungan yang cukup erat terhadap penggunaan bahan bakar. Tentu cukup menjanjikan dalam membuka sebuah cabang usaha jual solar industri. Kebutuhan dari solar sebagai bahan bakar utama yang terus menerus dibutuhkan sedikit membuka peluang besar dalam kemajuan cabang usaha ini.

Apakah kamu tahu pembagian jenis dari solar itu sendiri? Solar tentu memiliki berbagai jenis yang tentu juga berbeda dalam pemanfaatannya. Kamu harus memahami lebih dalam sebagai seorang pengguna, apa lagi memiliki keinginan untuk mencoba usaha satu ini. Berikut ini adalah beberapa jenis solar dengan perbedaannya masing-masing.

  • MFO (Marine Fuel Oil)

Jenis solar satu ini memiliki tekstur pekat yang cukup kental diantara jenis solar lainnya. Warnanya juga hitam karena hasil dari residu atau penyulingan. Minyak satu ini menghasilkan panas dan biasanya digunakan untuk industri atau mesin berat. Pembakaran secara langsung dan paling cocok dengan steam power station tentunya minyak satu ini akan cukup murah digunakan sebagai bahan bakar industri. Solar satu ini lebih cocok untuk penggunaan mesin berat yang memiliki kecepatan rendah.

  • IDO (Diesel Oil)

IDO atau Diesel Oil satu ini tentu juga memiliki warna yang hitam seperti MFO. Proses penyulingan minyak yang berwarna hitam ini berbentuk cair pada temperatur rendah. Perbedaannya adalah solar satu ini memiliki kandungan sulfur yang rendah dan lebih sesuai untuk penggunaan medium speed diesel engine.

  • HSD (High Speed Diesel)

Jenis bahan bakar satu ini cocok untuk digunakan pada mesin transportaasi mesin diesel yang umumnya menggunakan sistem injeksi pompa mekanik (injection pump) dan electronic injection. Bahan bakar ini menghasilkan performa cetane number 45.

Tentu masih banyak lagi jenis solar lainnya dan perbedaan yang menjadi keunggulan dari masing-masing. Dengan mengenal bagaimana baik pemanfaatannya, tentu kamu akan dapat menghasilkan output yang cukup maksimal dalam menggunakannya pada mesin tertentu. Di samping itu, solar ini pun kerap dijadikan sebagai bahan bakar untuk kendaraan karena dianggap jauh lebih murah dibandingka bahan bakar jenis lainnya. Meskipun begitu, apapun jenis bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan Anda, maka alangkah baiknya jangan biarkan bahan bakar ini berada di batas garis merah. Sebab kondisi ini dapat menurunkan performa kendaraan dan membuat tangki bahan bakar menjadi lebih cepat korosi. Semoga bermanfaat! (VIKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *