Setiap tahunnya, kebakaran lahan selalu terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Pulau Sumatera, khususnya Riau menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami permasalahan ini. Kerusakan yang ditimbulkan tidak sedikit. Melihat dampak yang diakibatkan, grup Royal Golden Eagle merasa tergerak untuk membantu mengatasi permasalahan ini.

Sebagai grup bisnis yang bergerak di bidang sumber daya alam, Royal Golden Eagle memahami pentingnya menjaga kelestarian alam demi bisnis yang berkelanjutan. Berbagai program didedikasikan untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai upaya memerangi kebakaran hutan, grup yang dibangun oleh Sukanto Tanoto ini pun menjalin kerja sama dengan beberapa pihak dan membentuk Fire Free Alliance (FFA).

Upaya Fire Free Alliance Cegah Kebakaran Hutan

Fire Free Alliance (FFA), Dedikasi Royal Golden Eagle Perangi Kebakaran Hutan
Sumber: aprilasia.com

Fire Free Alliance menggunakan beberapa pendekatan dalam memerangi kebakaran hutan. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar akan dampak buruk dari kebakaran.

Kabut asap yang disebabkan oleh aktivitas pembakaran lahan bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Gangguan seperti sesak nafas adalah salah satu bentuk gangguan yang paling lazim dialami oleh masyarakat yang terdampak oleh kabut asap. Dalam kondisi berkepanjangan, masalah ini bisa mengganggu bahkan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Selain melakukan sosialisasi, setiap anggota Fire Free Alliance, termasuk beberapa unit bisnis Royal Golden Eagle juga secara aktif saling berbagi informasi, pengetahuan dan sumber daya dalam upaya mencegah kebakaran hutan.

Aktivitas pencegahan dan patroli juga dilakukan. Dalam melaksanakan program-programnya, Fire Free Alliance juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan, LSM dan mitra-mitra terkait.

Program desa bebas api yang diinisiasi oleh perusahaan Sukanto Tanoto juga menjadi salah satu program andalan Fire Free Alliance. Hingga saat ini, setidaknya ada 200 desa dengan total wilayah seluas 1,5 juta hektar berada di bawah naungan Fire Free Alliance.

Pencapaian Fire Free Alliance

Selain diisi oleh beberapa perusahaan Sukanto Tanoto, keanggotaan Fire Free Alliance juga diisi oleh perusahaan-perusahaan lain juga bergerak di bidang sumber daya alam. Anggota Fire Free Alliance tersebut di antaranya adalah APRIL, Asian Agri, IDH, Musim Mas, PM. Haze, Wilmar, Sime Darby dan IOI Group.

Sejak didirikan pada 29 Februari 2016, banyak hal yang telah dicapai oleh anggota Fire Free Alliance. Salah satunya adalah capaian APRIL Group yang berhasil mengikutsertakan 50 desa ke dalam program Masyarakat Peduli Api dan 18 desa yang tergabung dalam program desa bebas api.

Asian Agri yang merupakan salah satu unit bisnis grup Royal Golden Eagle juga sukses menambahkan sedikitnya 15 desa ke dalam program evaluasi, menurunkan tingkat wilayah yang terbakar hingga lebih dari 50% serta memberdayakan desa untuk mengembangkan produk-produk dengan label bebas api.

Setiap anggota Fire Free Alliance memenuhi perannya dengan program yang berbeda-beda. Misalnya saja seperti IOI Groups yang mengimplementasikan penilaian area dengan nilai konservasi tinggi dan memetakan kawasan yang akan direstorasi, PM. Haze yang melaksanakan proyek penyekatan kanal dan Sime Darby yang mendorong praktek pertanian berkelanjutan.

Perusahaan Sukanto Tanoto dan anggota Fire Free Alliance lainnya terbilang cukup sukses dalam menurunkan tingkat kebakaran lahan. Jumlah desa yang ikut bergabung dalam program andalan Fire Free Alliance, yakni program desa bebas api juga terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah anggota yang bergabung di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *