Data center Indonesia sudah cukup banyak jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Data center sangat penting apalagi semakin banyaknya permintaan untuk penyimpanan data secara aman dengan jumlah yang banyak. Tidak semua perusahaan memiliki data center sendiri sehingga mereka membutuhkan jasa data center dari provider. Selama ini data center Indonesia masih menggunakan 1 sumber energi yaitu listrik. Ya, sumber energi ini emang digunakan oleh kebanyakan data center di dunia. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa data center mulai berani mengambil resiko untuk menggunakan sumber energi lain seperti Nuklir.

tenaga nuklirSumber tenaga nuklir, bukannya berbahaya? Yap, jika penggunaan tidak tepat tentu sumber tenaga nuklir akan mendatangkan malapetaka. Semua orang tahu akibat dari nuklir dan semakin diingatkan setelah bencana nuklir FukuShima Daiichi yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2011. Bencana nuklir ini merupakan bencana terburuk hingga tahun ini. Tapi tidak berarti negara-negara lain berusaha untuk menggukan nuklir sebagai sumber energi. Salah satu negara yang menggunakan tenaga nuklir saat ini adalah Rusia.

Di Rusia, perusahaan tenaga nuklir Rosenergoatom sedang melakukan pembagunan data center dengan skala besar. Untuk mempermudah akses sumber energi nuklir, data center ini dibangun dekat dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Kalinin, kota Udomlya, bagian utara Rusia. Dikarenakan data center ini akan dibangun super gede, pembangunan dibagi beberapa tahap. Gedung tahap pertama direncanakan akan selesai dibangun pada bulan Maret 2017. Untuk pembagunannya dilakukan oleh kontraktor lokal CHD Engineering.

Kenapa perlu membuat data center besar? Dan kenapa perlu menggunakan tenaga nuklir? Oke, dijawab satu-satu ya 😀

Data center besar perlu dibuat untuk memastikan ada saranan agar perusahaan-perusahaan dari luar dan dalam Rusia bisa menyimpan data. Perusahaan luar juga? Yap, karena peraturan baru pemerintah Rusia mengharuskan perusahaan asing untuk menyimpan data warga di data center yang berada di negara tersebut. Untuk mewujudkan peraturan ini, Rosenergoatom telah mendekati Google dan Facebook agar mau menggunakan data center ini.

Kenapa perlu menggunakan tenaga nuklir? Direncanakan server yang akan tersimpan di data center raksasa ini adalah 10.000 server. Tentu dengan server sebanyak ini, diperlukan sumber energi yang tidak sedikit. Setidaknya data center ini akan membutuhkan 80 megawatt, wow gede sekali. Dengan adanya sumber energi nuklir, sudah pasti energi yang dibutuhkan cukup dan biaya yang dikeluarkan akan lebih kecil.

Apakah Indonesia juga kedepannya akan menggunakan tenaga nuklir? Jika ya, ,mesti tidak didekat hunian masyarakat demi keselamatan. –hm-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: