asuransi
image source: getbudget

Risiko adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam kegiatan bisnis, termasuk dalam kegiatan kita sehari-hari. Makin besar peluang bisnis untuk menghasilkan profit tentunya akan berbanding lurus dengan kemungkinan risiko yang akan dihadapi. Walaupun risiko biasanya berdampak kerugian bagi bisnis, namun banyak pengusaha yang tetap mengambil risiko dan tidak menjadikannya sebagai hambatan untuk berkarya dan mengembangkan bisnis.

Salah satu cara untuk meminimalisir risiko kerugian secara finasnial adalah mengasuransikan aset berharga perusahaan maupun pribadi agar terhindar dari risiko kerugian finansial yang besar. Sebelum memilih jenis asuransi bisnis yang sesuai untuk melindungi aset perusahaan, cermati dan pelajari dahulu beberapa jenis risiko bisnis berikut yang mungkin timbul:

Risiko Strategi

Risiko yang akan muncul dari kurang matangnya sebuah strategi untuk membangun bisnis, dan ketika dalam menjalankan bisnis terutama dalam persaingan pasar. Strategi yang matang dan analisa mendalam akan sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis guna menambah jumlah pelanggan yang akan memberikan keuntungan dan kepercayaan konsumen. Karena dengan strategi yang jitu dan jeli dalam melihat pasar,  maka bisnis dapat berjalan lancar dan bisa memenangkan persaingan. Salah satu  strategi untuk memenangkan persaingan pasar adalah memberikan manfaat dan layanan terbaik atas produk atau jasa yang ditawarkan.

Risiko Kepatuhan

Risiko yang dapat timbul akibat ketidakpatuhan perusahaan terhadap peraturan atau regulasi atau hukum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, baik negara atau tingkat wilayah secara tertulis. Peraturan juga dapat berupa “tidak tertulis” yang biasanya sudah atau menjadi budaya wilayah setempat. Dengan tidak mematuhi peraturan tersebut, maka akan timbul risiko terhadap kegiatan bisnis yang akan dan atau sedang berjalan. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak dari risiko kepatuhan adalah mencari tau peraturan dan juga adat istiadat wilayah untuk membangun bisnis, dan pahami jika produk atau jasa yang ditawarkan bisa memberikan manfaat bagi pasar di wilayah bisnis yang akan dibangun.

Risiko Operasional

Risiko yang dapat timbul dari faktor internal perusahaan maupun eksternal. Risiko internal biasanya berasal dari kegiatan operasional yang melibatkan karyawan, sistem IT sedang down, kendaraan atau mesin operasional tidak berfungsi, dan sebagainya. Sedangkan risiko eksternal, bisa terjadi karena hal diluar kendali, seperti bencana alam, kebakaran, listrik padam, atau terserang cyber .

Risiko Finansial

Risiko yang dapat timbul akibat tidak seimbangnya antara pemasukan dan pengeluaran  keuangan perusahaan. Mulai dari biaya operasional dan biaya produksi yang mungkin lebih besar dari jumlah keuntungan yang didapat, jadwal pembayaran klien dengan jangka panjang, hingga hutang yang harus dibayarkan, serta beban keuangan perusahaan lainnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menelaah daftar biaya produksi dan operasional dari item yang tidak perlu, atau mencari supplier produksi dengan biaya yang lebih murah namun berkualitas sama. Menentukan jadwal penerimaan pembayaran dari klien dan biaya pengeluaran dengan seimbang juga bisa dilakukan.

Risiko Reputasional

Reputasi yang baik dari perusahaan akan memberikan perkembangan bisnis, memudahkan kerjasama dengan berbagai pihak, dan dapat menambah jumlah pelanggan. Selain itu, nama baik perusahaan akan menandakan kredibilitas dan tingkat kepercayaan klien. Menjaga nama baik perusahaan bisa dengan memberikan dan menjaga mutu produk atau jasa dan layanan ke konsumen.

Jenis-jenis risiko bisnis tersebut adalah dasar pondasi strategi manajemen risiko untuk bisnis, maka disarankan ke pengusaha untuk melakukan analisa tiap jenis risiko lebih dalam lagi sesuai dengan bisnis dan industrinya.

Buatlah daftar identifikasi risiko bisnis yang mungkin terjadi, termasuk risiko yang pernah dan atau sedang terjadi, serta cara penanggulangannya.  Risiko bisnis yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak positif dan juga keberhasilan bagi bisnis.

Salah satu cara meminimalisir risiko bisnis adalah dengan mengasuransikan aset perusahaan. Sebelum menentukan jenis asuransi bisnis, perlu dipahami bahwa menganalisa, mengidentifikasi dan cara menanggulangi risiko bisnis akan berbeda-beda tergantung pada industri dan model bisnis perusahaan. Bekerjasama dengan broker asuransi dapat dilakukan, misalnya dengan Marsh Indonesia.

Marsh adalah broker asuransi dan konsultan manajemen risiko yang akan membantu perusahaan dalam melakukan dan mengelola manajemen risiko bisnis dan penanganannya untuk meminimalisir risiko kerugian bisnis. Pelayanan konsultasi risiko bisnis yang dilakukan cukup beragam, mulai dari risiko industri bisnis (properti, cyber, business interruption & supply chain, dsb.) manajemen risiko kesinambungan bisnis (business continuity management), sampai risiko layanan Akuntansi Forensik dan Klaim (FACS).

Broker asuransi juga akan menelusuri pasar asuransi di Indonesia untuk mencari perusahaan asuransi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan klien. Selain itu, nilai tambah yang dapat diberikan dengan menggunakan broker asuransi adalah syarat dan ketentuan produk asuransi yang bisa diperluas, serta layanan konsultasi ketika terjadi klaim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *