Open House Sebagai Strategi Marketing Properti

apartemen kecil
image source: Interior Design Ideas

Apa yang pertama kali terpikirkan saat Anda mendengar istilah open house? Mungkin Anda akan langsung teringat dengan kegiatan yang sering dilakukan oleh pejabat atau tokoh penting yang mengizinkan warga atau pihak lain berkunjung ke rumahnya saat-saat tertentu. Namun, open house di sini berbeda karena merupakan sebuah strategi untuk memasarkan properti yang umum dilakukan marketing Apartemen Pondok Cabe atau marketing perumahan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan mengenai strategi marketing tersebut.

Strategi marketing open house merupakan cara agen atau marketing properti menarik minat konsumen dengan mengajak konsumen langsung datang ke lokasi properti yang dijualnya. Strategi ini dilakukan, karena banyak konsumen yang tidak suka membeli sesuatu yang belum terlihat nyata. Meskipun bisa dilakukan pada apartemen, tetapi open house ini umumnya dilakukan pada penjualan rumah.

Dalam strategi open house ini, peserta open house atau target marketing akan diajak berkeliling properti yang ditawarkan. Agen akan menjelaskan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh properti tersebut. Dari mulai desain interior, lokasi, kualitas, dan berbagai kelebihan lainnya. Dengan melihat langsung properti tersebut, tentu calon penghuni, akan semakin tertarik untuk membelinya. Terlebih untuk para milenial, yang memang sekarang ini sudah melek properti dan biasanya sudah menyisihkan uang dalam tabungan untuk membeli apartemen.

Lalu, apakah strategi ini selalu berhasil?

Tentu saja tidak. Marketing juga harus bisa melihat situasi dan kondisinya sebelum mengadakan strategi ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Agen marketing harus jeli melihat target marketing yang ditujunya. Target marketing ini akan memengaruhi penjelasan kelebihan yang dimiliki oleh properti, karena agen bisa menekankan kelebihan properti pada poin yang kira-kira menjadi pertimbangan utama dari target tersebut.
  • Agen marketing harus cermat melihat respon pasar. Jika seandainya properti yang ditawarkan memiliki respon positif dan berada dalam kondisi baik, maka open house bisa diadakan cukup sering.
  • Agen marketing juga harus melihat perbandingan antara supply dan demand dari properti. Memang, properti banyak dibutuhkan orang karena bisa menjadi sarana investasi yang baik. Namun, jangan lupa bahwa semakin hari jumlah properti yang ditawarkan juga semakin bertambah. Ketika supply lebih tinggi dari demand, ada baiknya jika Anda tidak mengadakan strategi ini.

Bagi Anda yang baru menggeluti bidang agen properti, ada baiknya jika belajar lebih banyak terlebih dahulu sebelum mengadakan strategi marketing ini. Sebab, jangan sampai Anda hanya ikut-ikutan saja tetapi pada akhirnya justru membuat target marketing Anda menjadi kecewa akibat tidak mendapatkan hal yang mereka harapkan. (Vita)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *