Menjadi Teknisi Alat Berat Tidak Gampang

Program studi mengenai maintenance dan reparasi alat-alat berat sekarang semakin terkenal dan semakin banyak universitas yang menawar jurusan teknisi alat berat di Indonesia. Dulu, untuk mendapatkan teknisi alat berat, yang membuat pelatihan adalah perusahan yang membutuhkan pekerjaan. Contoh perusahaan komatsu memerlukan tenaga teknisi, mereka akan mendatangkan para pakar untuk melatih perawatan, reparasi dan pemasangan spare part alat berat Komatsu.

teknisi alat beratTapi apakah dengan kuliah mengambil jurusan teknisi alat berat memastikan kamu bisa menjadi teknisi alat berat yang handal? Belum tentu, ingatlah bahwa kelas mengajarkan teori sedangkan yang dilihat perusahaan bukanlah teori melainkan praktek. Misalnya ketika mendapatkan teori mengenai tips memilih partner distributor spare part alat berat, belum tentu semua tips tersebut dapat diterapkan saat berada dilapangan. Untuk itu, beberapa universitas mulai melancarkan program magang dimana mahasiswa mahasiswi-nya diterjunkan ke lingkungan kerja untuk mempraktekan teori yang mereka dapat, merasakan gimana sih lingkungan kerja dan memupuk rasa tanggung jawab.

Namun apakah praktek itu cukup? Ya, ada yang bilang “Bisa karena terbiasa” itu betul. Namun jika “bisa”  tidak diimbangi dengan ketelitian dan kecermatan bisa menimbulkan masalah. Kamu tahu pastinya alat berat itu seperti namanya emang berat, jika salah satu bagian bermasalah dapat mempengaruhi kinerja alat. Jika alat berat tersebut hanya berhenti fungsinya masih bagus, gimana kalau alat berat tersebut mengila dan mencelakaan pengemudianya atau orang lain? Bisa dibilang menjadi teknisi alat berat tidak gampang karena kelalaian dalam proses maintenance, pemasangan atau reparasi bisa menyebabkan nyawa seseorang melayang.

Klo begitu, mending gak usah kerja jadi teknis alat berat aja. Jangan memutuskan begitu. Jika kamu emang suka dan pingin jadi teknisi alat berat, jangan ragu untuk menjalanin proses kuliah dan kerjanya. Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu meminimaliskan kelalaian sebagai teknisi:

Minum Air Putih

minum air putihSaat bekerja dibagian ini, dibutuhkan daya kosentrasi dan fokus. Salah satu caranya adalah mengkonsumsi air putih secara rutin. Berdasarkan penelitian Armstrong dan Lieberman, ketika seseorang kekurangan air putih sebanyak 2% akan menurunkan kemampuan otak untuk fokus dan berkonsentrasi. Dengan daya fokus dan konsentrasi yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Sarapan

sarapanJangan tidak sarapan atau melakukan diet tanpa makan. Ketika perut kosong, percaya atau tidak daya konsentrasi akan turun. Dan lebih disarankan lagi jika kamu sarapan. Jika gak bisa sarapan yang berat, coba sarapan yang ringan. Pastikan perut ada isi sebelum berangkat kerja.

Buat Checklist

buat checklistTidak bisa dipungkiri bahwa adakalahnya manusia lupa, untuk meminimalis kelupaan bagian mana yang harus dicek, maintenance, diganti dan dirawat; buat checklist. Dengan adanya checklist, kamu juga bisa memeriksa pekerjaanmu atau anak buahmu. Lebih baik melakukan hal yang ribet dengan nilai keamanan yang terjamin.

Semoga tips di atas membantu. Jangan takut mengejar mimpimu –hm-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *