Mengintip Rancangan Bangunan di Mars

Anda pasti masih ingat ketika dunia sempat dihebohkan dengan berita dari NASA yang menyatakan bahwa Planet Mars bisa menjadi tempat alternatif kehidupan manusia. Ya, planet yang selama ini disangka sangat panas dan tidak bisa dihuni, ternyata mengandung banyak sumber air yang bisa dimanfaatkan. NASA kemudian mengadakan kompetisi 3D Printed Habitat Challenge Design di mana mereka menantang para arsitek untuk membuat konsep arsitektur di planet tersebut. Konsepnya sendiri tidak jauh berbeda dengan yang dianut oleh para developer property Indonesia, yakni ramah lingkungan dan bisa dimanfaatkan.

Kompetisi 3D Printed Habitat Challenge Design ini dibuka mulai bulan Mei 2015. Hingga waktu kompetisi berakhir, NASA berhasil mengumpulkan lebih dari 165 rancangan dari arsitek di seluruh dunia. Butuh waktu untuk menilai semua karya yang masuk hingga akhirnya NASA memutuskan untuk memilih tiga pemenang di dalam kompetisi ini. Adapun poin yang dinilai adalah tentang kreativitas dan kedalaman desain dari karya para peserta. Ketiga karya yang dipilih sebagai pemenang dianggap mewakili kedua poin tersebut dan memikirkan kehidupan manusia yang masih ‘kaget’ dengan planet di luar bumi.

rumah planet marsIce House karya Team Space Exploration Architecture dan Clouds Architecture Office berhasil mengantongi juara pertama dari kompetisi ini. Rancangan bangungan rumah masa depan ini dibangun dengan memanfaatkan pasokan air yang ada di planet Mars. Selain air, Ice House juga memanfaatkan es sebagai bahan bangunan yang potensial.

Juara kedua, diraih oleh Team Gamma, sebuah perusahan arsitektur Foster + Partners. Bangunannya sendiri berkonsep robot semi otomatis yang terbuat dari tanah dan batu dari permukaan tanah. Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Team LavaHive dengan desain futuristik yang menggunakan cor lava untuk menjadi lapisan pelindung.

Ketiga desain ini akan membuat Anda terkagum-kagum dengan konsepnya yang memukau. Anda bisa melihat secara keseluruhan mulai September di New York Maker Faire. Menurut Anda desain manakah yang paling aplicable dan bisa diterapkan? Yuk, share pendapat Anda!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *