Kenapa Bisa Jadi Agen Asuransi yang Gagal?

Tidak sedikit orang merasa menjadi agen asuransi itu susah, baik itu menjadi agen asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, travel atau 3in1. Well, Namun tidak berarti peminat akan pekerjaan ini dikit, malahan peminatnya sangat banyak dikarenakan pekerjaan ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa batas umur dan pendidikan. Memang tidak ada pekerjaan yang mudah. Setiap pekerjaan selalu punya + dan – tergantung dari mana kita mau melihatnya jadi asalkan ditekunin sebenarnya semua pekerjaan pasti menghasilkan.

Pingin tahu kenapa gagal menjadi seorang agen asuransi yang berhasil? Berikut ini 3 alasannya:

Ingin Hasil Instan

cepat dapat uangTidak ada pekerjaan yang bisa memberikan hasil instan sesuai dengan keinginan kita. Petani bisa mendapatkan hasil setelah melalui proses mengarap, menanam, merawat dan menuai. Setiap pekerjaan perlu proses hingga akhirnya kita bisa mendapatkan hasil yang manis. Masalahnya tidak sedikit orang yang menjadi agen asuransi karena teriming-iming hasilnya yang bagus saja sehingga mereka tidak siap akan prosesnya seperti belajar produk, menjelaskan ke orang lain dan melakukan service after sell.

Kalau bermimpi kan tidak apa-apa? Yap, memang tidak apa-apa. Cuma perlu disadari bahwa untuk mendapatkan hasil atau mimpi, kita harus mau bayar harga dan menjalani prosesnya dengan baik. Selain bermimpi, kita perlu lihat realitas dan berdoa sama Allah agar di dalam prosesnya kita tidak patah semangat. Ingat, semuanya butuh waktu dan belajar.

Terlalu Mengejar-gejar dan Mengintimidasi Orang

money orientedTidak sedikit agen asuransi yang suka mengejar-gejar, telp dan mengintimidasi orang agar mau ketemu dan membeli produknya. Inilah kadang yang menjadi alasan profesi agen asuransi tidak disukai. Setiap orang tidak suka dipaksa, bisa-bisa kita kehilangan teman dikarenakan sifat ini. Ingat, kita bukan rentenir yang fokus ke uang tapi sebagai konsultan yang fokus ke orang. Lihat kebutuhan orang yang diapproch, agar kamu bisa menawarkan produk yang tepat. Jelaskan alasannya kenapa mereka perlu. Klo tidak mau, jangan dikejar-kejar terus karena akan membuat orang menjadi risih. Bisa jadi ujung-ujungnya mereka memutuskan untuk membeli dengan orang lain dibandingkan kita karena mereka sudah terlanjur risih.

Tidak ada Service After Sell

menolongSetelah menjual produk asuransi jiwa kepada orang lain, bukan berarti kita bisa meninggalkan orang tersebut. Malahan mereka akan menjadi klien kita seumur hidup. Ingat, kita fokus ke manusia bukan uang. Jadi diperlukan Service after sell dimana kita membantu mereka melakukan klaim, mengurus surat rumah sakit dan hal lainnya. Dengan merasa kita membantu mereka, secara tidak segaja kita membuat hubungan saling percaya antara agen dan pelanggan. Pelanggan yang puasa akan mengiklankan kita ke orang-orang yang mereka kenal sehingga kita bisa mendapatkan lebih. Jadi bukan fokus ke uang tapi bangun hubungan dengan orang.

Semoga dari 3 hal ini dan penjelasannya bisa membantu para agen asuransi untuk bisa tetap semangat dan lebih baik lagi dalam melakukan pekerjaannya. –hm-

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *