gadget dan anakGadget menjadi benda yang tidak boleh terlupakan saat ini. Apalagi dengan berbagai teknologi pendukung yang ada di dalamnya, membuat Anda tidak perlu lagi khawatir jika dompet tertinggal. Sebab, Anda tetap bisa melakukan berbagai transaksi melalui benda ini. Namun, bagaimana jika anak yang justru aktif menggunakan gadget? Apakah hal ini bisa menyebabkan anak mengalami masalah kesehatan dan akhirnya harus memanfaatkan fasilitas Allianz Klaim asuransi untuk berobat?

Ternyata, hal tersebut mungkin saja terjadi karena gadget bisa sangat mempengaruhi kesehatan anak, dari mulai mata, metabolisme tubuh anak, dan juga kemampuan motoriknya. Yap, anak yang mengalami kecanduan gadget ternyata memiliki risiko tinggi mengalami masalah pada motoriknya, baik dari segi kemampuan motorik maupun kekuatannya.

Contoh paling sederhananya yaitu, anak akan memiliki masalah saat harus menggenggam pensil dan mulai belajar menulis. Menurut ahli okupasi di Australia dalam situs friso, pada saat menggenggam pensil, seharusnya pensil digenggam manggunakan jari yang membentuk lingkaran. Namun, karena tangan anak terbiasa menggenggam gadget menggunakan telapak tangan, anak akan mengalami kesulitan dan memilih menggenggam pensil dengan telapak tangannya. Meskipun dengan cara ini, proses belajar menulis akan terasa lebih sulit.Hal tersebut disebabkan oleh otot pada jari yang tidak terlatih. Selain kehilangan kemampuan untuk menggenggam pensil dengan cara yang benar, gadget juga menghilangkan kemampuan anak menggunakan gunting yang sebenarnya akan sangat dibutuhkan anak saat memasuki usia sekolah nanti.

Tidak hanya itu, anak akan mulai kehilangan kemampuannya dalam menggenggam kuat dan melemahkan anak dari beberapa sisi.Menurut situs parenting.co.id, ada sebuah studi yang dilakukan oleh Essec University dan kemudian di terbitkan dalam Jurnal Kesehatan Acta Paediactrica mengenai masalah tersebut. Studi tersebut melibatkan 315 anak berusia 10 tahun yang kemudian dibandingkan dengan 309 anak berusia sama pada tahun 1998 lalu. Studi yang dipimpin oleh ahli kebugaran bernama Dr. Gavin Sandercock ini mendapatkan hasil bahwa anak sekarang memiliki kemampuan sit up dalam jumlah yang lebih sedikit. Selain itu, tidak banyak yang mampu menggantung diri di palang. Jauh berbeda dengan anak 10 tahun pada tahun 1998 lalu.

Sebenarnya, dampak baik dan buruk dari gadget ini hingga sekarang masih terus menjadi perdebatan. Sebab, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa gadget layar sentuh atau touchscreen justru baik untuk melatih motorik anak. Hal inilah yang terkadang membuat orangtua bingung apakah baik ataukah buruk membiarkan anak bermain gadget.

Cara amannya agar anak bisa mendapatkan manfaat positif dari gadget dan meminimalis dampak negatifnya adalah dengan membatasi anak menggunakan gadget. Namun sebagai gantinya, Anda harus aktif mengajak anak bermain bersama agar anak tidak merasa bosan dan tertarik untuk kembali bermain gadget. (Vita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: