3 Bar di Dublin untuk para Pecinta Karya Sastra

Konon jika kamu melangkahkan kaki ke dalam bar yang ada di Dublin, itu tandanya kamu sedang menjelajahi jejak-jejak historis dari para sastrawan kenamaan Irlandia. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan para sastrawan tersebut gemar mendatangi bar saat sedang mengerjakan karyanya. Maka tidak heran jika Dublin dikenal sebagai The City of Literature karena menyimpan kekayaan sastra di setiap sudut kotanya; tidak terkecuali pada bar yang biasa dikenal sebagai tempat jual minuman alkohol. Jadi, jika kamu tertarik untuk menelusuri jejak sejarah sastra di Dublin, berikut adalah beberapa literary bar yang wajib dikunjungi.

The Bailey Bar, Duke Street

The Bailey BarIni dia literary bar yang paling terkenal di Dublin. Konon, bar ini telah menjadi favorit para sastrawan terkemuka untuk duduk dan saling bertukar ide. Sebut saja Brendan Behan, James Joyce, Patrick Kavanagh, James Stephens, Brinsley McNamara, hingga Oliver St. John Gogarty pernah berkunjung ke The Bailey untuk minum sambil mencari inspirasi. Dari segi arsitektur, bar ini memang terlihat sangat nyaman untuk disinggahi. Jika kamu sedang beruntung, kamu bisa menyaksikan pembacaan puisi yang digagas oleh para sastrawan muda Dublin ketika berkunjung ke The Bailey.

The Bleeding Horse, Upper Camden Street

The Bleeding HorseSelain The Bailey Bar, bar yang tidak kalah terkenalnya adalah The Bleeding Horse. Bar ini terletak di 24-25 Camden Street Upper, Dublin 2, dan menjadi bar terbaik yang ada di area tersebut karena ambience dan areanya yang luas. Saking terkenalnya, bar ini bahkan disebutkan dalam karya Sean O’Casey, dideskripsikan dalam karya Joseph Sheridan Le Fanu di The Cock and The Anchor, dan muncul di Ulysses pada episode Eumaeus. Penulis James Clarence Mangan juga pernah dikabarkan mendatangi bar ini.

Toner’s, Baggot Street

Toner's PubBar ini merupakan salah satu tradisional bar tertua dan terkenal di Dublin. Baru-baru ini, Toner’s Bar berhasil mendapat penghargaan sebagai Bar of The Year dalam Sky Bar Awards 2015 dan Best Traditional Pub dari National Hospitality Awards 2014. Dengan mempertahankan arsitekturnya dari masa lampau, Toner’s Bar ini memang mampu mengajak pengunjungnya untuk kembali ke masa lalu. Bahkan, the old stock drawer yang ada di belakang meja bar sudah ada dari tahun 1818, lho. Toner’s Bar merupakan bar yang sering dikunjungi oleh sastrawan Patrick Kavanagh dan W.B. Yeats.

Itulah tiga bar di Dublin yang dikenal sebagai literary bar. Dari tiga bar di atas, mana yang membuat kamu penasaran untuk mengunjunginya? (TR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *